Curhat Sahabat Kepompong: SERUNYA KETEMU De’Rainbow

February 18, 2009 by admin  
Filed under Uncategorized

Menunggu Briefing

Menunggu Briefing

Minggu, 15 Februari 2009 menjadi hari yang special bagi 50 orang Sahabat Kepompong. Mereka adalah pelajar SMP yang karya tulisnya terpilih oleh SCTV dan Frame Ritz dan memperoleh kesempatan menyaksikan langsung syuting sinetron tersebut. Pada hari itu mereka juga berkesempatan bertemu langsung dengan idola mereka, De’Rainbowss yang terkenal dalam Kepompong. 50 Sahabat Kepompong itu terpilih dari sekitar 1400 orang yang mengirimkan karya tulis bertemakan persahabatan. Mereka datang dari wilayah Jabodetabek. Berikukt ini, sebagian ceritanya.

Setelah melewati jalanan Jakarta yang sepi di hari Minggu, aku berangkat ke kantor SCTV dengan bus ditemani Ibu dari rumahku di Bekasi. Ibu ga ngasih, kalau aku berangkat sendirian. Ga sampai satu jam aku sampai di SCTV. Memasuki Lobby SCTV aku disambut Pak Satpam. Wajahnya sangar, tapi lumayan ramah. Waktu dia nanya keperluanku, dengan pede, aku bilang aku salah satu Sahabat Kepompong yang diundang liat syuting sinetron kegemaranku itu. Aku langsung dipersilakan naik ke lantai R.

Games persahabatan, kita jadi saling kenal.

Games persahabatan, kita jadi saling kenal.

Di lantai R yang banyak ruangannya itu, para Sahabat Kepompong lainnya sudah datang. Aarrrggghhh… aku kira aku sudah telat, ternyata tidak. Di salah satu ruangan yang lumayan luas, tiga orang kakak dari SCTV menyambutku ramah. Belakangan aku mengenal mereka dengan panggilan Kak Syifa yang lumayan seru, Kak Wida yang agak kalem dan Kak Anti yang lebih pendiam. Tidak lama kemudian, bergabung Om Haryanto yang menjelaskan susunan acara hari itu. Rasanya senang sekali bisa jadi bagian di ruangan itu. Ga sabar bakal ketemu De’Rainbow. Aku sempat berkenalan dengan Sahabat Kepompong lainnya, tukeran nomor hp, sampai alamat facebook, waaahhhh senangnya! Kita juga dikasih goody bag SCTV yang isinya, Tas SCTV, Notes SCTV, Kaos Kepompong, CDnya Derby Romero dan postcardnya De’Rainbow. Iiih gak nyesel deh bela-belain ngirim tulisan lewat faks di Warnet.

Di dalam bis, tetep ceria

Di dalam bis, tetep ceria

Sambil menunggu Sahabat Kepompong lainnya dan juga buat mengakrabkan kita semua, Om Har menggelar games persahabatan. Seru loh. Semua Sahabat Kepompong yang sudah hadir dibentuk berkelompok. Satu kelompok beranggotakan 5 orang. Gamesnya, setiap anggota kelompok harus bergandengan tangan dengan anggota lainnya. Tapi gandengannya saling silang tidak keruan. Rumit banget. Nah, kita harus mengurai kerumitan itu tanpa melepaskan pegangan tangan kita. Syukurlah, kelompok aku berhasil melakukannya, hurraaayy! Ada juga kelompok lain ga berhasil. Katanya, games itu mengajarkan kita dalam persahabatan selalu terjadi permasalahan. Nah seberat apapun persoalannya, baik itu permasalahan salah paham atau rebutan cewek/cowok, ikatan persahabatan harus lebih diutamakan. Seruuuu banget…! Dari games itu, kita jadi tau dan makin ngerti aja kalau persahabatan itu susah banget ngejaganya.

Nyolong kesempatan ngobrol sama Derby di sela syuting

Nyolong kesempatan ngobrol sama Derby di sela syuting

Fiuuh, setelah hampir setengah jam main games, akhirnya waktu keberangkatan datang juga. Kita dibagi dalam dua kelompok. Kelompok kak Syifa dan kelompok Kak Wida. Aku kebagian di kelompok Kak Syifa dan Om Har. Kamipun menuju bis yang sudah disediakan. Di lobby, aku sempat bertemu ibu dan orangtua peserta lainnya. Rupanya mereka agak khawatir melepas keberangkatan kita. Karena memang tidak diberitahukan sebelumnya, tujuan lokasi syuting. Kata, Om Har, takut setelah kegiatan ini, lokasi tersebut diserbu penggemar Kepompong. Make sense juga siih.

Aku sempat pamitan sama Ibu. Kulihat Sahabat Kepompong lainnya juga pamitan dengan orangtua mereka. Ada juga yang langsung naik bus. Perjalananpun dimulai. Aku kira, lokasinya jauh di luar kota. Eh ternyata, cuma 15 menit dari kantor SCTV kita sudah sampai di lokasi syuting. Tapi, lumayan juga dalam waktu yang singkat itu sempat ngobrol ma Sahabat Kepompong lainnya. Aku kenal dengan Serrena yang sekolah di Kelapa Gading, juga sama Amelia yang sekolah di Tangerang, ada Gadis Aini dan Dimas yang bersekolah di Bekasi.

Oyon yang paling dihisteriskan Sahabat Kepompong

Oyon yang paling dihisteriskan Sahabat Kepompong

Setiba di lokasi syuting, hujan yang sejak berangkat turun deras mereda. Tanpa memakan waktu lama, kami langsug masuk ke area syuting Kepompong. Disitu kita lihat langsung proses pembuatan sebuah sinetron. Aku baru tau, kalau setiap adegan itu harus diambil berkali-kali. Dari jarak dekat, sedang ataupun jauh. Dan pemain juga harus menghapalkan dialog mereka sebaik mungkin supaya tidak sering melakukan pengambilan ulang. Ternyata di belakang layer, De’Rainbow juga kompak looh. Di sela-sela jeda syuting mereka bercanda-canda, kayak kita kalau pas istirahat. Mereka juga gak sombong. Pas, berenti syuting sebentar, aku sempet foto sama Indra, Shasha dan Helen. Tapi gak boleh lama-lama, soalnya mereka harus syuting lagi. Wajar aja, soalnya sinetron Kepompong kan ditayangkan setiap hari.

Game seru sama Kak Syifa

Game seru sama Kak Syifa

Usai liat syuting, kami dikumpulkan di hall basket. Rupanya, disitulah tempat acara meet & greet. Seluruh Sahabat Kepompong menikmati makan siang yang enak dan pastinya bikin perut kita semua kenyang. Sedang asyik n serunya makan siang. Hujan deras kembali turun. Meski hall itu bocor di sana-sini, tapi kita tidak kehujanan kok.

Setelah makan siang, Para Sahabat Kepompong, disuguhkan aksi para Artis Kepompong ber-fashion show. Cool loh gaya mereka. Apalagi pas pemeran Oyon ikutan fashion, rasanya aku ingin berteriak paling kencang! Doi itu emang jadi pembicaraan seluruh Sahabat Kepompong. Kita gemes banget ngliat gayanya yang cool, slengean tapi ganteng abiss. Ada tiga kali De’Rainbow ganti baju dalam fashion itu, berikutnya adalah acara ngobrol seru sama para kru, produser, sutradara, penulis dan De’Rainbow.

Hadiah dari D'Rainbows

Hadiah dari D'Rainbows

Dipandu Kak Syifa dan Kak Hugo dari Frameritz, produser yang bikin Sinetron Kepompong, kita ngobrol n main games2 seru. Ada yang adu acting dengan Indra, menirukan Helen kalau lagi ngomong. Yang menang dapat hadiah. Disitu kita jadi tau, De’Rainbow kalau di balik layar juga suka gak disiplin dan kadang bandel juga. Tapi kata Kak Suroso, Sutradara Kepompong, mereka gampang dikasih tau kok. Setelah dinasehati, mereka akhirnya ngerti. Disiplin itu penting bukan buat diri sendiri, tapi juga buat orang lain. Apalagi untuk kerja kelompok.

Ternyata peran orang di belakang layar itu penting banget looh dalam produksi sebuah sinetron/film. Kata Kak Mia, penulisnya, dia suka nguping obrolan anak-anak SMP atau SMA di mal buat ngedapetin tema-tema remaja yang lagi happening. Pantes aja, kalau cerita di Kepompong itu rasanya kita banget gitu loh. Terus, supaya ceritanya tetep ok dan karakternya gak nglenceng, skenario Kepompong digarap oleh Sembilan orang penulis. Ya iyalah, kebayang kan kalau cuma satu orang yang nulis.

Nyanyi bareng Derby di ujung acara

Nyanyi bareng Derby di ujung acara

Di akhir acara, Derby nyumbang lagunya yang lagi top itu: Gelora Asmara. Abis itu setiap kelompok Sahabat Kepompong dikasih kesempatan foto bareng De’Rainbow n minta tanda tangan mereka. Hhhff.. Kurang puas siih, tapi aku seneng banget dapat kesempatan ketemu mereka. Gak sabar deh buat nyeritain ke temen-temen di sekolah. Pastinya pengalaman ini gak akan aku lupakan. Mudah-mudahan aja SCTV bisa bikin acara begini lagi yang lebih seru n fun. Makasih SCTV! Makasih De’Rainbow!

JUDUL

February 10, 2009 by admin  
Filed under NARSIS

ISI

Sahabat Kepompong

February 4, 2009 by admin  
Filed under IKUTAN YUK

Buat para sahabat Kepompong, SCTV mau mengajak kalian untuk ngeliat asyiknya syuting, foto bareng, n ngobrol sama para kru dan bintang sinetron Kepompong pada 15 Februari 2009.

Syaratnya:

  1. Pelajar SMP (dibuktikan dengan fotocopy kartu pelajar)
  2. Lampirkan Fotocopy kartu pelajar
  3. Buatlah karya tulis tentang persahabatan maximal 1 halaman folio dan kirim ke email ke   pr at sctv.co.id atau fax: 021-727 82 192. Cantumkan di kanan atas karyamu “Sahabat Kepompong”
  4. Lampirkan biodata: Nama, usia, sekolah, alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
  5. Karya tulis paling lambat diterima SCTV, 10 Februari 2009
  6. Karya tulis yang sudah dikirim menjadi milik SCTV dan Frame Ritz

50 peserta yang karya tulisnya terpilih, akan memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan ini. Di sana, selain bisa foto dan ngobrol juga akan dapat suvenir khas Kepompong dan SCTV. Selain itu, karya tulis yang terpilih akan mejeng di blog khusus Kepompong ini.

Untuk sementara ini, kesempatan kali ini baru dibuka buat mereka yang berdomisili di Jabodetabek.

Sinopsis Global

November 25, 2008 by admin  
Filed under CERITANYA

BERANTAKAN. Rencana yang sudah disusun Bebi untuk shopping di mall gagal total gara-gara harus menemani Andre, adiknya yang super jahil dan manja, ke dokter gigi. Lantaran tidak mau menghabiskan malam kelabu di dokter gigi sendirian, Bebi memaksa semua sahabatnya ikut-ikutan menikmati penderitaan tersebut. Alhasil, anak-anak De’ Rainbow ngumpul di dokter gigi.

Tapi apa enaknya sih hang out di dokter gigi? Apalagi di sana mereka bertemu nenek gila yang sangat cerewet, galak, manja, suka mengkritik, dan minta perhatian. Siapa sangka, si nenek yang nyebelin ini mempunyai cucu berwajah ganteng, namanya Raja. Saking gantengnya sampai-sampai Bebi, Tasya, Chacha, Helen ngiler. Melihat kelakuan teman-temannya itu, Indra menjadi sebal dan sirik. Gara-gara Raja pula keempat cewek itu langsung pada berubah baik kepada nenek itu.  Sementara Bebi yang banyak ide, berhasil mendapatkan nomor telepon Raja.

Hari-hari selanjutnya mulai diisi oleh keempat gadis De’ Rainbow dengan berusaha merebut perhatian Raja. Bahkan, mereka pun rajin datang ke toko bakery milik nenek Raja untuk membeli roti. Dalam persaingan yang ketat untuk  memperebutkan hati Raja, orang yang paling apes adalah Indra lantaran dijadikan pesuruh. Entah disuruh beli kue atau memanjat pohon untuk mengintip keadaan rumah nenek Raja.

Ternyata, nenek Raja tengah mengidap penyakit parah, dan hidupnya tinggal sebentar lagi. Karena itulah Raja ingin membuat neneknya bahagia dengan meninggalkan kenangan yang manis. Sikap Raja itu bagaikan sebuah tamparan bagi De’ Rainbow. Mereka sadar kalau selama ini tidak memperlakukan keluarga sebagaimana mestinya. Bebi yang orangtuanya sibuk selalu menyalahkan mereka dan sering marah kepada Andre. Indra kerap kesal pada mamanya yang selalu ingin mempunyai anak cewek. Tasya tidak pernah mengucapkan terima kasih pada sang mama yang selama ini bekerja keras untuk dirinya. Chacha yang supel sebenarnya justru jarang berbicara dengan orangtuanya. Sementara Helen pusing dengan orangtuanya yang suka berantem.

Meskipun demikian, jauh di lubuk hati anak-anak De’ Rainbow mengakui kalau mereka menyayangi keluarga. Akhirnya kelima sahabat itu bertekad melakukan sesuatu untuk keluarga mereka. Saat pulang ke rumah, Bebi membelikan Andre makanan kesukaan adiknya, Indra mengecup pipi mamanya, Tasyamengucapkan terima kasih pada sang mama. Sementara Chacha untuk pertama kalinya menunggu orangtuanya pulang dan menanyakan keadaan mereka. Helen membelikan bunga untuk mamanya dengan mengatakan kalau bunga tersebut dari papa. Tampak masing-masing dengan caranya sendiri menunjukkan rasa kasih dan sayang pada keluarga mereka.

Paling tidak, mereka ingin memulai sesuatu untuk menghargai keluarga yang mereka miliki selama masih ada waktu dan kesempatan.(Cn)